Selasa, 01 Oktober 2013

Masih Saktikah Pancasila ?


Satu Oktober telah terlewatkan beberapa jam yang lalu. Hari itu mengingatkan kita akan gagahnya pancasila yang menjadi dasar kehidupan bangsa kita. ari itu juga dinobatkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila, karena dihari itu bekas G30S memberikan sejuta warna yang lebih indah bagi perjalanan bangsa ini. 

Sekarang ada suatu pernyataan yang membuat hati kita terus berpikir "Pancasila hanya dijadikan sebagai sebuah teks yang hanya sekadar dihafal. Keberadaannya ibarat berada di atas menara gading. Tidak membumi dalam tindakan nyata para penyelenggara republik ini". yak itulah yang sebenarnya terjadi di bangsa kita. Kita tak lagi menghargai apa yang disebut pancasila itu.Secara substansi dari pancasila, saya melihat bahwasanya nilai yang terkandung di dalamnya memiliki tingkat kemanusian yang tinggi tapi jika ditinjau dari aspek yang mengamalkannya pancasila tak lagi sakti. Para penghikmat ideas ini semakin menyempit ditengah tantangan zaman yang cenderung neoliberalisme.

Sejarah mengatakan bahwa Panca Sila oleh Soekarno yang dikemukakan pada tanggal 1 Juni 1945 dalam pidato spontannya yang kemudian dikenal dengan judul "Lahirnya Pancasila". Beliau  berujar Sekarang banyaknya prinsip: kebangsaan, internasionalisme, mufakat, kesejahteraan, dan ketuhanan, lima bilangannya. Namanya bukan Panca Dharma, tetapi saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa - namanya ialah Pancasila. Sila artinya azas atau dasar, dan diatas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan abadi. Itulah yang diujarkan Bung Karno yang melandasi awal mula terbentuknya Pancasila.

Dari pemaparan diatas saya ingin mengingatkan apakah perilaku bangsa kita sudah menjiwai Pancasila itu ? Pertama, sungguh saya merasakan bahwasanya pemuda Indonesia sekarang telah jauh dari pancasila itu segala perbuatan dan tutur katanya tak lagi seindah apa yang harus ditanamnkan di hatinya. Kedua, pancasila hanya sebagai teks hafalan yang tererosi oleh tindakan petinggi negeri yang lebih mengedepankan dunia politik praktis. Ketiga, saya selalu berpikir bahwasanya sekarang pemuda bangsa ini sudah tak lagi menjunjung nilai kebhinekaan bangsa ini, kita terjelembab dalam lubang individualisme akut.
'
Sedikit mengingat apa yang ada dalam butir pancasila itu, sesuai dengan Tap MPR no. I/MPR/2003 dengan 45 butir Pancasila. Bisa dilihat bahwasanya nilai pancasila sangat berkolerasi dengan nilai kemanusiaan yang universal.

1. Ketuhanan Yang Maha Esa


(1) Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketaqwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
(2) Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
(3) Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
(4) Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
(5) Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang
menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
(6) Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
(7) Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.

2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab


(1) Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
(2) Mengakui persamaan derajad, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturrunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.
(3) Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
(4) Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.
(5) Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.
(6) Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
(7) Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
(8) Berani membela kebenaran dan keadilan.
(9) Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.
(10) Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.

3. Persatuan Indonesia


(1) Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
(2) Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.
(3) Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
(4) Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
(5) Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
(6) Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
(7) Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.

4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
(1) Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama.

(2) Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
(3) Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
(4) Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
(5) Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
(6) Dengan i’tikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
(7) Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
(8) Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
(9) Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.
(10) Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan.

5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia


(1) Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
(2) Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
(3) Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
(4) Menghormati hak orang lain.
(5) Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
(6) Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.
(7) Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.
(8) Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.
(9) Suka bekerja keras.
(10) Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
(11) Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

Last question from me. Dari seluruh Nilai tersebut , Apakah Bangsa ini sudah mengamalkannya ? Apakah pancasila masih Sakti ?
Jika sudah marilah kita pertahankan dan kita ilhami nilai ini. Jika belum , Janganlah mengutuk kegelapan ini marilah kita nyalakan lilin agar Pancasila selalu dihati kita
Selamat Hari Kesaktian Pancasila :) 
#GARUDA DI DADAKU

Minggu, 29 September 2013

Diskusi Warung : Aku dan Paimin


Di persimpangan jalan ini aku merenungkan sebuah konsepsi dimana beberapa paham yang aneh dan menjilat-jilat bermunculan. Akulah bagian dari semua ini bersandar dalam setiap peluh hiruk-pikuknya kehidupan. Bagaikan bomb waktu semuanya terjadi, berbagai rasa telah ku telaah dengan logika sciencetica-ku. Absurdlah pengertian hidup ini. Tanganku berumbai ketika aku memasuki dunia dimana setiap orang menjunjung tinggi kebebasan, keceriaan selalu bermunculan di kepulan kopi di warung itu.

Paimin sahabatku yang paling baik selalu menemuiku dengan senyuman bangga, dengan kisah persahabatan yang klasik. Paimin memanglah orang yang sangar, sabdanya selalu berdialektika dan tuturnya begitu akrab untuk di dengar.  Dia memang hebat dalam berteman temali, tetapi dia tak kuasa menahan nafsu ngerokok sambil minum-minum gronjongan alkohol.

Suatu aku merasa pilu dan gundah mendalam, melihat betapa nikmatnya apa yang dilakukan Paimin. Berfoya-foya layaknya Rojo Segara yang hebat, untungnya aku keburu sadar kalo yang selama ini dilakukan tampaknya tak sesuai dengan apa yang mendasari hidupku. Paimin memang hebat dengan terus berfilsafat menjunjung tinggi idealismenya yang sangat militan. Sayang beribu sayang, ketika aku ingin memberitahunya bahwa idealismenya sudah tak relevan dengan manusia yang ada di bumi ini. Relatifnya kebenaran merupakan hal yang selalu dianggap titik akhir dari yang namanya Finishing touchnya kehidupan,  setiap orang bebas lepas melakukan tindakan argumentatif yang memang sangat jauh dengan kebenaran yang hakiki. Relatif-lah pernyataan tersebut serelatif argumentatifnya tentang kebenaran yang relatif. Paimin oh paimin, aku selalu memikirkanmu, kau selalu bergulat dengan peliknya hidup dan kaulah pemuda yang selalu berusaha mencari kebenaran dengan otakmu. Aku selalu mendoakanmu kang !!

“Min kenapa kau selalu menginginkan kehidupan adil satu yang berdiri pada satu kelas , mungkinkah adil?”  gumamku.
“Sangat adil Cong, karena semuanya terpusatkan terkrucutkan dalam satu kuasa, Pembagiannyapun rata dan Kita bisa terpenuhkan sandang pangan papannya” Krosak Paimin.
“Apakah kau tak pernah pikir bahwa masyarakat yang kau impikan ini sangatlah absurd, Karl Marx yang selalu kau junjung nampaknya hanya meninggalkan brewoknya, mana ada apa yang diimpikan Marx berhasil dan kuat eksistensinya ?”
“Memang sih, tapi bagaimanapun pula ini merupakan sistem yang nyata cong, lebih adil daripada kapitalis yang nyekik bapak ibuku hingga K.O. Hal ini memang terlihat aneh tapi dengan adanya sistem ini aku bisa hidup layaknya manungsa, terpuaskanlah segala hasrat hidupku”
“Lebih tepatnya berperi-kehewanan min, kamu hanya hidup demi hasrat. Tak memperdulikan apa yang disebut manusia yang sebenarnya. Manusia itu harus imbang min harus Nyembah kepada yang kuasa, bukan mek mbulet disitu”
“ Yok opo – yok opo, aku lebih seneng ngene cong, menurutku ini lebih baik lebih adil sama rata. Sosialisme adalah akhir penderitaan cong, feodalisme telah runtuh, kapitalis apalagi sudah terguncang, dan kini saatnya menggunakan paham ini cong.”
“Apanya yang akhir min, orang sekarang Negara sosialis yang Adidaya sudah runtuh semua, Rusiapun sekarang mandek, mati lan jadi lebih kere kok. Mana bisa ini jadi hal yang baik semuanya absurd gak realistis. Kalaupun kau mengatakan adil, itu hanya fatamorgana gak bakal keturutan sampai sak mbledose bumi. Semoga kita menemukan hal yang lebih realistis dan religius min, yang bisa dijadikan pedoman untuk mlaku nyusuri donya iki”

Kedua sahabat inipun merenung, aku dan paimin tak kuat lagi berdialektika dan merasa sok terhadap apa yang disebut pemikiran yang dielukan adil itu. Doaku kepada Tuhan semoga aku mendapat hidayah yang super fantastis untuk menjadi seseorang yang ngenah dalam berpikir.

Matipun seseorang harus sadar sebelumnya, bahwa apa yang diperjuangkan harus sesuai dengan kebenaran yang realistis yang absolut, bukan serba relatif. Dan carilah suatu sistem final yang mengkonsepmu sebagai manusia

Rabu, 25 September 2013

Menafsiri Kekayaan dalam Kekuasaan


Akhir-akhir ini banyak orang berlomba-lomba mencari kekuasaan. Berbagai hawa nafsu untuk menguasai semakin memuncak. Dari golongan-golongan itu sama-sama menginginkan kekuasaan untuk menyelipkan sedikitnya beragam kepentingan.

Dalam kekuasaan rasa ingin menjadi kaya sangat  menggebu,  kaya berarti punya kekuatan untuk bermain catur dalam kehidupan. Seorang hukama pernah berkata "Orang Kaya ialah orang yang sedikit keperluanya" 

Menurutmu berbentuk apakah keperluan itu ?
kalo saya mencoba berfikir keperluan adalah tingkat kebutuhan kepentingan apa yang ingin kita telurkan. Jadi inti dari kaya dan miskin ialah hajat dan keperluan. HAMKA pernah berujar bahwasanya Raja-raja adalah orang paling miskin karena dengan kedudukannya sang raja selalu memerlukan hajat yang sangat besar. Maka dari itu untuk mencari kekayaan yang sempurna yaitu dengan menekan nafsu dan menentramkan diri.

Dalam perebutan kekuasaan orang yang mempunyai kekayaan hakiki adalah orang yang sudi menerima sesuatu hasil dan tidaklah pula kecewa jika keinginannya tak tercapai. Orang yang mampu menerima kekalahan adalah orang yang memiliki kekayaan yang hebat karena harta tak dicintai karena harta sebab harta dicintai karena dia pemberian Tuhan. Maka dari itu seorang pemimpin harus memanfaatkan kekayaannya untuk meningkatkan kualitas hidup rakyatnya.

Ada sebuah petikan untuk mengendalikan kekuasaan itu. Ada dua kekuatan perlindungan pertama, Keutamaan otak karena dengan otak kita dapat yakin antara kebenaran dan kesalahannya sehingga kita dapat memilih menggapai atau menjauhinya. Dan intisari dari keutamaan otak adalah mencerdaskan otak kita agar tidak taklid dengan golongannya. Kedua, keutamaan budi ialah menghilangkan peranggai yang buruk, budaya yang rendah yang dalam moralitas dinyatakan mana yang diambil dan dibuang sehingga kita dapat membina manusia yang berbudi luhur. Oleh karena itu sebagai pemimpin haruslah berbenah diri dan merangkul sekitar agar kedepannya orang yang dipimpinya dapat nyaman bersamanya.


Sedikit petuah dari Sayidina Ali di waktu-waktu ini
"Harga tiap-tiap manusia,ialah menurut kebaikan yang dibuanya"


Jumat, 13 September 2013

Untuk Capres BEM ITS

Kita ingin mendirikan satu Negara "semua buat semua", bukan satu Negara untuk satu orang, bukan satu Negara untuk satu golongan, walaupun golongan kaya. Tetapi kita mendirikan Negara "semua buat semua - BUNG KARNO

Gotong Royong CAK ! Muda Bersahabat

Sebuah slogan berurutan yang didengungkan oleh kedua capres BEM di KM ITS ini. Secara garis besar saya melihat 2 poros perbedaan dari masing-masing slogan. Gotong Royong memberikan aksen cultural KM ITS sedangkan Muda bersahabat menggambarkan keterbukaan KM ITS.

Meski terpisah oleh dua poros yang berbeda, tagline ini memiliki kolerasi yang sangat berkaitan. Saya kisahkan gotong royong merupakan budaya asli para pemuda di Indonesia sehingga menciptakan suasana bersahabat antar masyarakat. Ibarat suatu rumah harus dilandasi pola gotong royong yang kuat oleh para pemudanya. Mengingat perebutan kemerdekaan bangsa indonesia memperlihatkan semangat kerjasama para pemudanya.

Selanjutnya sebuah cuplikan munculnya muda bersahabat dilandasi oleh ekspresi kebosanan pergerakan mahasiswa sekarang yang masih menggunakan cara lama. Tapi saya sontak berpikir bahwasanya untuk menggabungkan mozaik ini diperlukan suatu local value dalam Gotong Royong. Mengapa ? Karena setiap pergerakan pemuda harus didasari kerjasama yang mengikat secara kultural bangsa, selain itu harus memiliki semangat baru yang muda dan bersahabat.

Saya mempunyai mimpi bahwa suatu saat KM ITS bisa bersatu tanpa memperhatikan darimana kita berasal. Menjunjung tujuan yang sama untuk lebih memajukan ITS. Apakah bisa dipersatukan dua capres ini ? seharusnya bisa, jika kita melihat kolerasi dari slogannya, sama-sama dasar untuk membangun pergerakan bersama.

Saya memiliki pesan untuk kedua capres kali ini, Ingatlah turunkan ego pribadi, coba resapi apa arti persaudaraan itu. Visi dan Misimu adalah kolaborasi yang pas untuk KM ITS. KM ITS membutuhkan sesuatu yang beda, yang bisa menggabungkan dua poros kuat ini. Saling berkesinambungan satu samalain, melahirkan suatu gagasan yang hebat. Ingatlah bahwa pesaudaraan pemuda akan membentuk suatu gerakan besar yang dapat mengguncangkan dunia. Bersatu itu memang sulit tapi ingatlah perkataan dari Mpu Tantular yang tertuang dalam falsafah bangsa kita 

Rwāneka dhātu winuwus Buddha Wiswa,
Bhinnêki rakwa ring apan kena parwanosen,
Mangka ng Jinatwa kalawan Śiwatatwa tunggal,
Bhinnêka tunggal ika tan hana dharma mangrwa.

Yang berarti :

Konon Buddha dan Siwa merupakan dua zat berbeda.
Mereka memang berbeda, tetapi bagaimanakah bisa dikenali?
Sebab kebenaran Jina (Buddha) dan Siwa adalah tunggal
Terpecah belahlah itu, tetapi satu jugalah itu. Tidak ada kerancuan dalam kebenaran.


Untuk Calon Presidenku yang baru, ingatlah selalu bahwasanya persamaan itu dapat dibentuk dari suatu keikhlasan yang kuat terlepas darimana anda berasal !



Musim Pemilu ! Pencitraan Bin Media


Media massa merupakan salah satu sumber informasi yang banyak digunakan oleh masyarakat di Indonesia. Saat ini orientasi media dalam memberikan informasi nampaknya bergeser dari orientasi profit menuju orientasi politik. Akhirnya setiap berita yang ada terwarnai oleh kepentingan politik suatu organisasi.

Perpolitikan Indonesia rupanya mulai merambah ke politik pencitraan. Atmosfer kampanye lisan yang selama ini menjadi trendmark di jalananan sudah mulai pudar, tak seramai dahulu 15 tahun yang lalu ketika kita masih SD. Tawar menawar program kerja sudah tidak terlihat lagi, tergeser oleh pertempuran para pemain politik dalam mencitrakan diri. Setiap pemain politik berusaha berlomba-lomba mencitrakan diri mereka dengan sekretatif mungkin. Kita sering melihat janji-janji yang terpampang di baliho kreatif yang menyuguhkan gerakan perubahan, tapi dalam aktualisasinya tak terbukti. Sah-sah saja kalau kita menggunakan bantuan media massa dalam mencitrakan diri kita, tapi paling tidak harus diperhatikan juga adalah visi dan misinya.

Memang  media massa saat ini merupakan sarana yang sangat baik untuk mencitrakan para politikus. Media massa juga sangat efektif untuk membentuk opini publik yang ada dalam masyarakat kita. Menyuarakan segala pesan politik bagi institusi politik dan sangat bermanfaat bagi kepentingan politis suatu institusi. Tapi ada beberapa poin yang harus kita soroti di era politik pencitraan ini, karena masyarakat kurang cerdas dalam menyikapi hubungan media dengan politik Indonesia sehingga masyarakat sering terperdaya oleh pencitraan yang digembar-gemborkan oleh media massa.

Dari beberapa kondisi yang ada dalam kehidupan perpolitikan ini, dapat kita kaji beberapa peranan media dibawah ini :
1.      Media sangat berperan dalam pembentukan opini publik. Dalam pembentukan suatu opini publik peran informasi sangatlah kuat untuk mempengaruhi pemikiran setiap masyarakat. Salah satu proses pembentuk opini publik adalah proses pencitraan pemain politik, dimana dengan dorongan kuatnya masyarakat sedikit banyak akan terpengaruh. Ketika kekuatan politik ingin mencitrakan pemainya, cukup dengan membanjiri informasi tentang kelebihan pemainnya di media massa. Begitu juga sebaliknya, ketika ingin membentuk negatif personal lawan politik, hanya dengan menembakkan issu negatif seputar lawan politiknya. Jadi cukup dengan pencitraan dan penyebaran issu opini public dapat dikendalikan oleh media massa.

2.      Dengan adanya pembrntukan opini public, media memiliki keuntungan lebih yaitu memiliki kekuatan politik. Hasil dari tokoh yang dicitrakan oleh media menjadi titik dibalik untuk mendapatkan kekuasaan politik dari calon tersebut. Hal ini sangat menguntrungkan bagi media dalam penyampaian ide-ide politik yang tersemayam dalam instansi media tersebut. Contohnya Metro Tv yang mempunyai keterikatan politis dengan partai Nasional Demokrasi sehingga dalam penyebaran informasinya memihak ke partai tersebut. Jika partai tersebut menang maka secara tidak langsung Metro TV mendapat kekuatan politis. Tidak mengherankan bahwa kemunculan media massa di Indonesia tidak hanya dilatarbelakangi oleh aspek ekonomi saja. Hal ini juga terkait erat dengan keinginan untuk berkuasa. Akhirnya kebijakan politik yang ada pada masyarakat sekitar tidak semua diputuskan oleh institusi politik saja tetapi disitu juga ada peran media sebagai pengonsep isu dan gagasan.

3.      Partai politik dalam mencanangkan gagasanya memerlukan alat komunikasi politiknya. Media massa sangat berperan aktif dalam proses komunikasi politik karena setiap media massa memiliki kekuatan untuk menyampaikan informasi yang sangat dibutuhkan oleh partai politik. Selain itu melalui pesan yang disampaikan oleh media massa secara tidak langsung membangun hubungan keterikatan antara media massa dengan partai politik. Dimana institusi politik yang menang akan memberikan kekuasan bagi media untuk bergerak lebih bebas, sedangkan institusi politik mendapatkan sarana untuk komunikasi dan pencitraan politiknya.

4.      Ketika setiap institusi politik memiliki mitra dengan suatu media, tidak akan dapat dipungkiri akan terjadi pertempuran politis antar media massa. Dimana setiap media massa berlomba-lomba mencitrakan tokoh politik yang berafiliasi dengannya sehingga antar media massa terjadi saling memberikan stigma negatif pada setiap lawan politisnya. Hal ini menunjukkan bahwa media massa bersikap tidak netral dan memihak salah satu lembaga. Jadi dapat diketahui bahwa media sekarang ini sudah tidak obyektif lagi dan syarat akan kepentingan politik.         

Dari beberapa poin diatas menunjukan kekuatan media sistem perpolitikan di bangsa ini sangatlah kuat. Kenetralan suatu media hendaknya harus kita kritisi bersama di era demokrasi yang begitu bebas ini. Untuk menyikapi hubungan manis antara media dan institusi politik, kita seyognya harus kritis terhadap informasi yang disampaikan oleh media karena tidak ada yang bisa menjamin kebenaran informasinya. Kebenaran informasi akhirnya tergerus oleh pertempuran politik yang menggunakan media sebagai sarana membumikan pesan dan gagasan poltik patnernya.

Wahai Mahasiswa!! Ditengah ketidaksehatan media, di tengah kerancuan media. Pencerdasan tentang media perlu kita upayakan agar kita tidak terbius oleh pencitraan semata. Banyak sekali orang termakan dengan pencitraan, kebaikan visi dan misi terlupakan oleh arus pencitraan. Marilah kita jadikan media sebagai sarana pembelajaran politik yang kreatif untuk membumikan gagasan kita. Bukan untuk pencitraan semata, bukan untuk menjatuhkan lawan. Keobyektifan harus kita junjung tinggi untuk menjadi generasi yang jujur. Tuangkan segala gagasan kita ke media dengan baik, hidupkanlah demokrasi yang sehat. Di kampus ini marilah kita jadikan media sebagai sarana alat komunikasi poltik kita, visi misi kita, dan yang terpenting bukan untuk pencitraan semata. 



Pencitraan itu perlu, tapi Visi dan Misi itu wajib”

Sabtu, 17 Agustus 2013

Tujuh Belas Agustusan !

Dulu zaman bahula ada lomba, 
Mbien mangan krupuk dadi juara,
Dapurane kere hadiahe yahut,
Suroboyo iki tambah panas tapi ? 
pitulasan kalah rame karo tahun baru !



Yak apa rek ? memang begitulan kondisi tujuh belas aguatusan tahun ini. Tidak seramai perayaan hari hedon dimana-mana. Saya sedikit bingung apakah sekarang bangsa ini sudah melupakan jasane para pejuang ? sebuah pertanyaan yang harus direnungkan pada jiwa kita. Saya sangat bingung ketika melihat kondisi surabaya dewasa ini, kota yang dielukan kota pahlawan sekarang minim akan rasa nasionalisme. Saya juga sedikit bingung mengapa perayaan tujuh belasan disini tak seramai tahun baru, sangat berbeda 180 derajat. Bahkan di komplek saya ngekos tidak ada umbul-umbul ataupun bendera merah putih disana. Kurang lebih sepi rek koyok biasane !

Merdeka ! Oh Pancasila


Enam puluh delapan tahun kita merdeka, sudah saatnya kita disendiko dhawuhi bangsa-bangsa yang lebih muda. Ibarat kehidupan bangsa Indonesia sudah bau tanah yang artinya sudah molak-malik di medan garam. Intinya kalau dikerjakan dengan sekuat tenaga bangsa indonesia sekarang sudah memetik hasil dari awang-awang para sesepuh bangsa.

Pancasila iku merupakan sebuah cita-cita bangsa ini yang telah diteguhkan oleh bangsa ini yang mengawali akan arti merdeka

Sabtu, 10 Agustus 2013

Jalan Dhoho | Ayo Cangkruk !

Lebaran datang , kediri diserbu pemudik ! Maklum banyak yang sukses 
 Rugi kalo disini tak mampir disebuah jalan yang melegenda
Terkenal dengan sego tumpang dan pecel plus nasi goreng khas kediri

 AYO CANGKRUK !
Jika anda berjalan-jalan ke Kota Kediri pada malam hari, belum lengkap jika tidak berkunjung di Jalan Dhoho. Jalan Dhoho ini layaknya Jalan Marlboro di Yogyakarta, namun versi Kediri. Berbagai pertokoan berjajar sepanjang Jalan Dhoho. Ada toko pakaian, aneka kerajinan dan swalayan. Tidak lupa berbagai makanan khas Kediri juga terpampang sepanjang jalan ini.



Rabu, 07 Agustus 2013

Cerita Menjelang Idul Fitri

HALO TEMAN

Hari ini suara takbir menggema sebelum shalat Id dilaksanakan, sesaat kemudian aku membayangkan bagaimana riuhnya kotaku Kediri beberapa waktu yang lalu. Para pemuda seluruh seantero karisidenan kediri berkumpul disini. Seakan menunjukkan kejayaan Kerajaan Kediri dahulu kala. Mengingatkan tentang kejayaan Kediri dahulu, dimana Jayabaya sebagai kepala negara, dan buta locaya sebagai kepala pemerintahannya. 


Lihatlah senyum kota Kediri menyambut lebaran :)

Yap beberapa hari menjelang lebaran kota kediri menggelar pameran buku murah, bermacam buku tersebar disini mungkin bisa dijadikan sarana buat oleh-oleh kita semua :)

Sabtu, 03 Agustus 2013

Sajaktis Refleksionis Satuis


Kita dituntut peka,
Sebagai seorang mahasiswa,
Dengan itu aku merenung,
Melihat pak tua terhuyun jalannya,
Pemuda hilang budinya,
Aktivis hilang akhlaknya,
Dan konsisten bimbang
tanpa tujuan arah,

Renungan tentang "Internasionalisasi" , Bagaimanakah Idealnya ?


Matahari menyinari dunia dari timur, menuju kebarat untuk membawa sinarnya

East Source Of Wisdom adalah sebuah petikan dari Fahmi Zakarsy yang menunjukkan bahwasanya timur adalah sumber dari kebijaksanaan. Jika ditinjau dari aspek religiusitas memang timur melahirkan banyak kebijaksanaan yang tertuang dalam agama-agama yang lahir di dunia.

Dewasa ini bangsa barat telah mempelajari segala kearifan yang ada di timur, dengan kajian orientalisnya sehingga ketika mereka ingin maju dan menjajah bangsa ini mereka sudah memiliki modal yang cukup. Seorang revolusioner asal Iran yang bernama Ali Syariati pernah berujar "Modernitas yang sering dihubungkan dengan internasionalisasi merupakan sebuah peradaban yang maju dan hebat, itulah yang barat gaungkan kepada kita". Hal ini sangat berdampak pada pemikiran timur, sehingga memunculkan rasa ciut dari timur padahal jika ditinjau dari peradaban timur jauh melahirkan peradaban yang lebih besar. Lihatlah semua sosok pembawa risalah dunia berasal dari timur semua, Renungkanlah ?

Rabu, 31 Juli 2013

Sandal Jepit KM ITS



“Universitas adalah tempat untuk memahirkan diri kita, bukan saja di lapangan technical and managerial know how, tetapi juga di lapangan mental, di lapangan cita-cita, di lapangan ideologi, di lapangan pikiran. Jangan sekali-kali universitas menjadi tempat perpecahan.”
(Bung Karno)

Puisi : Cukong Aturan

Aku sedang muntah-muntah dipinggir ratan 
Sambil berdiri menunjuk cukong

Aku adalah orang kere
Membelipun tak mampu


Aku kaum marjinal
Tapi aku terdidik,

Kontemplasi Kebahagiaan Cinta

Zaman ini memberikan sejuta label ‘cinta’ dimanapun kita berada. Manifestasi cinta yang dulunya merupakan rasa sastrawi sekarang menjadi kobaran syahwat para pemuda.
Apakah yang dimaksud cinta ? setiap orang pasti memiliki definisi tersendiri dalam memaknainya. Jadi sekarang kembali lagi tergantung siapa yang memaknainya.
Sajak-sajak cinta telah didengungkan seorang kahlil gibran, menyemai indahnya relung manusia. Komoditas barat menularkan pemaknaannya bahwa cinta adalah sebuah ekspresi jiwa (make a love).

Puisi : AMORALITAS SABATH

Amoralitas Sabath

Puisi ini ada di note FB saya mungkin karena nganggur saya update di tumblr ini :p judulnya “Amoralitas Sabath"
Muda berseri indah dimata
Bergandeng tangan sejukkan
Apakah itu cinta ataukah zina ?
Semuanya telah digariskan
Tinggal kau teruskan

Memberhalakan Kehidupan

Tepatnya tanggal 25 juli 2013, saya memulai penyelaman pemikiran di acara Bang-Bang Wetan di Balai Pemuda Surabaya. Emha sedikit menuturkan akan kajian komprehensif tentang berhala, yaitu suatu sesembahan kepada yang dianggap sebagai tuhan.
Pemberhalaan di era ini merupakan suatu inspirasi dari :
1. Latta : sosok legendaris ya ng dipuja dan diberhalakan
2. Uzza : sosok dimensi ideal yang dijadikan sesembahan

Sifat seperti ini muncul dikarenakan pemikiran orang indonesia yang selalu terjebak sebuah seremonial dan ritus. Orang indonesia kebanyakan adalah para “fans" tokoh yang sebenarnya korban pemberhalaan dari koditas pemilik modal.

ITS BEBAS BACOT !!!

Mungkin lambang ini lucu, tapi ini berhasil mengkader sebagian jiwaku.
Belajar memahami apa yang ada di kampus ini, berkeliling kesana kemari untuk kampus ini. 

PRAM pun berkata 
“Saya pegang ajaran Multatuli bahwa kewajiban manusia adalah menjadi manusia."  (Saya tidak Pernah Jadi Budak”: Tempo NO. 04/XXVIII/30 Mar - 5 April 1999)
Mungkin lambang ini lucu, tapi ini berhasil mengkader sebagian jiwaku.
Belajar memahami apa yang ada di kampus ini, berkeliling kesana kemari untuk kampus ini.
PRAM pun berkata
“Saya pegang ajaran Multatuli bahwa kewajiban manusia adalah menjadi manusia." (Saya tidak Pernah Jadi Budak”: Tempo NO. 04/XXVIII/30 Mar - 5 April 1999)
Lalu akupun Merenung
Manakala konstantin ditaklukkan, kita dengan semangatnya membawa panji itu.
Di kala hatimu muram, kita tak pernah sadar bahwasanya para syuhada tinggal kenangan memperjuangkan panji ini.
Bagaimana kala kita tak bisa bersujud dihadapanya, memohon Rizki untuk bangsa ini
Dan sekarang aku mulai mengerti, kita harus berjuang untuk Indonesia tercinta
Aku ada dari kampusku untuk INDONESIA :)

Menelaah HIMPUNAN

Kejayaan HIMAGE ITS
Generasi Pelopor :)
Himpunan adalah nafas kita berkarya, bukan tentang kaderisasi saja tapi lebih dalam pembangunan basis pergerakan untuk bangsa Indonesia karena Keidealan harus tercapai meski sedikit abnormal dari realita :) #YukBangkit !!

Sebuah diskusi literasi “Pemikiran Islam Modern”

Agama, Islam Bukan Negara

Kali ini kita akan berbicara bahwa konseptual Islam, Agama bukan negara merupakan kesalahan yang amat besar. Barat mendeskrisipkan islam sebagaimana mendeskripsikan falsafah Kristen dalam memaknai hubungan agama dengan negara. Pemikiran pemisahan antara agama dan negara terjadi Karena adanya suatu pertentangan antara kaum feodal dengan agamawan sehingga muncul suatu hegemoni dimana kekuasaan negara di barat berada di tangan angkatan bersenjata dan undang-undang. Dari situ barat mulai membuat pengertian tersendiri tentang agama yaitu dengan menyerahkan urusan spiritual bagi masing-masing individu. Selain itu pemisahan ini didasarkan bahwa agama apapun yang muncul setelah agama Kristen harus didasarkan pada penafsiran Kristen yang hanya sebatas pada tingkat spiritualisme.
Lalu munculah propaganda bahwa islam itu juga mengatur tentang hubungan antarindividu selain mengajak pada kebersihan jiwa, maka orang barat menggolongkan islam sebagai bukan agama. Karena islam mengatur tentang hubungan antar manusia maka islam berarti buatanmanusia. Itulah yang mendasaroi terjadinya sekulerisme.

Kebangkitan Era Baru HIMAGE ITS

VISI :
“Sinergisitas dan dedikasi untuk Kebangkitan Era Baru HIMAGE”

ITS : Über alles in der Welt !! Di Kampus Mein Kampf

… Almamaterku,
kan ku turut bimbinganmu 
jadi pejuang yang takkan kenal letih
membangun negeri …

Visi KM ITS:
Mewujudkan Keluarga Mahasiswa ITS yang mandiri, profesional, demokratis dan dinamis yang dilandasi oleh nilai-nilai ketuhanan YME, nilai kejuangan Sepuluh Nopember serta nilai kerakyatan dalam rangka mempelopori pengembangan Ilmu Pengetahuan, Seni, dan Teknologi bagi kesejahteraan masa depan almamater, masyarakat dan bangsa.

RAUSYANFIKR 00 : 33 di bulan Juli tanggal 4 !

RAUSYANFIKR DAN ILMUWAN
Secara simpelnya dalam suatu konteks gagasan seorang ilmuwan selalu berjalan untuk mencari suatu kenyataan berdasarkan fakta dan data, Sehingga munculah sebuah istilah “Hanya ada 2 kebenaran yang pertama tuhan yang kedua adalah data" dan itulah logika ilmiah dari pemuja fakta (ilmuwan). dan yang lebih mengerikan lagi seorang ilmuwan sekarang tak tercerahkan ideologi apapun tak berbasis apapun hanya sebuah netralitas semu.
"Saya mencintai plato, tapi saya lebih mencintai kebenaran" - Socrates yang perlu kita garis bawahi adalah "kebenaran" karena seorang Rausyanfikr adalah pencari kebenaran, dia tak lekang oleh waktu hidupnya didedikasikan untuk kebenaran. Dengan kebenaranlah kita dapat mencari hakikat kehidupan itu, dengan kebenaranlah kita dapat menginterpretasikan firman Allah. Dan semua itu digagas oleh jiwa yang suci. Seorang rausyan fikr adalah seorang yang mengikuti ideologi secara sadar karena dengan itu kita menjadi lebih bergerak untuk menggapai kebenaran hakikin. Dan intinya seorang rausyanfikr adalah seorang revolusioner !!! SALAM DERAP INI !!
sebuah petikan !!! “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal”Surat ‘Ali `Imran [03:190]

REGENERASI GIS


Pergantian pemimpin adalah sebuah keniscayaan regenerasi, dan tepat beberapa bulan yang lalu saya turun jabatan dari ketua Geomatics Islamic Study. Meskipun ketika saya menjabat saya masih noktural karena kegencet amanah ini, tapi mungkin karya yang saya tuangkan akan memperkokohnya.
Dan Alhamdulillah pengantinya sudah ada, namanya Ihsan Naufal arek gaul bekasi yang baru saja turun dari puncak para dewa “Mahameru” meskipun ada tragedy yang menimpa salah satu teman ane » Get well done Doni !!
Dan itulah sedikit perkenalannya “IKI FOTONE REK !! ”

Malam Minggu - NO WAY

Aneh kenapa malam minggu dikultiskan ?

apakah hegemoni modernita dan konsumerisme telah menjadi hamparan subur di Indonesiaku ?
ketika setiap pemuda bangsa ini menjadi makhluk-makhluk pecinta, pecinta wanita hingga mereka lupa akan wisdom-nya. Sedikit kontemplasi malam ini saya melihat dari sedotan ini, bahwasanya “cinta" dalam bangsa ini sudah diartika sebagai senggama batiniyah yang berarti keasyikan bila berdua-duaan,..

sekarang pada realitanya malam ini menjadi fungsi ereksi bagi lelaki-lelaki disfungsional. Tak lagi mencerminkan bangsa kite. Sedikit pemikiran Ali Sya’riati “budaya itu bukan masalah pakaian ataupun barang yang digunakan tetapi lebih condong ke bagaimana kita berpikir dan bertindaK"

Dan inilah yang membuat kita selalu limbung bahwa sanya malam minggu adalah malam yang spesial. padahal dalam konteks pemikiran jawa menurutku lebih spesial malam jumat !! HAHAHAHA

Menurutku malam minggu sama seperti malam lainnya hanya hedonisme yang membedakannya ! Sadarlah pemuda

Sedikit lelucon “Semua Malam akan terasa menyenangkan jika bersama ISTRI tercinta"

Prestasi Geomatics Islamic Study 1213


Geomatics Islamic Study kali ini menorehkan sejarahnya ! setelah lama tertidur di gurn pasir.Alhamdulillah akhirnya kepengurusan ini telah berakhir !! banyak kenbangan yang tidak bisa dilupakan tentunya dengan keberagaman kita disini. Perbedaan tidak membuat kami pecah justru membuat kami semakin mengerti antara satu dan lainnya. Banyak prestasi yang kami torehkan di pengurusan ini :

1. LDJ dengan mentoring teraktif kedua di ITS
2. Juara 1 lomba poster mentoring ITS
3. Juara 1 lomba video mentoring di ITS
4. Babak final mentoring cup di ITS (yang ini di ada-ada in) hahaha
Thanks to Ihsan (penerus tampuk kepemimpian GIS), kak fai (koor FSLDJ FTSP), Kang azenkj (Kabiro Mente JMMI), Koni (Pebisnis Sidat) , Toni (freelancer handal yang diperebutkan), Firdi (ojok mulah muleh), Doni (pegiat komunitas), Rizqi (Kabiro TI JMMI), Mas andy (LPJ ane wooy) , Bung Doeng (ndang lulus), Bang ajir (ndewo!!) , kang rouf (suwun brifinge), kang fiky mas sandi ( ojo game ae ) haha, Terimaksih AHWA 2012, dan pengurus DPP lainnya

Surat Buat Para Raja

Aku bawa dua bunga mawar, merah dan putih. Aku genggam perihnya lalu kucium bau wanginya. Aku mencintainya, merindukannya dan kutanamkan pada hatiku. Dan itulah Indonesiaku, penuh pesakitan tapi indah negerinya.