Jumat, 13 September 2013

Untuk Capres BEM ITS

Kita ingin mendirikan satu Negara "semua buat semua", bukan satu Negara untuk satu orang, bukan satu Negara untuk satu golongan, walaupun golongan kaya. Tetapi kita mendirikan Negara "semua buat semua - BUNG KARNO

Gotong Royong CAK ! Muda Bersahabat

Sebuah slogan berurutan yang didengungkan oleh kedua capres BEM di KM ITS ini. Secara garis besar saya melihat 2 poros perbedaan dari masing-masing slogan. Gotong Royong memberikan aksen cultural KM ITS sedangkan Muda bersahabat menggambarkan keterbukaan KM ITS.

Meski terpisah oleh dua poros yang berbeda, tagline ini memiliki kolerasi yang sangat berkaitan. Saya kisahkan gotong royong merupakan budaya asli para pemuda di Indonesia sehingga menciptakan suasana bersahabat antar masyarakat. Ibarat suatu rumah harus dilandasi pola gotong royong yang kuat oleh para pemudanya. Mengingat perebutan kemerdekaan bangsa indonesia memperlihatkan semangat kerjasama para pemudanya.

Selanjutnya sebuah cuplikan munculnya muda bersahabat dilandasi oleh ekspresi kebosanan pergerakan mahasiswa sekarang yang masih menggunakan cara lama. Tapi saya sontak berpikir bahwasanya untuk menggabungkan mozaik ini diperlukan suatu local value dalam Gotong Royong. Mengapa ? Karena setiap pergerakan pemuda harus didasari kerjasama yang mengikat secara kultural bangsa, selain itu harus memiliki semangat baru yang muda dan bersahabat.

Saya mempunyai mimpi bahwa suatu saat KM ITS bisa bersatu tanpa memperhatikan darimana kita berasal. Menjunjung tujuan yang sama untuk lebih memajukan ITS. Apakah bisa dipersatukan dua capres ini ? seharusnya bisa, jika kita melihat kolerasi dari slogannya, sama-sama dasar untuk membangun pergerakan bersama.

Saya memiliki pesan untuk kedua capres kali ini, Ingatlah turunkan ego pribadi, coba resapi apa arti persaudaraan itu. Visi dan Misimu adalah kolaborasi yang pas untuk KM ITS. KM ITS membutuhkan sesuatu yang beda, yang bisa menggabungkan dua poros kuat ini. Saling berkesinambungan satu samalain, melahirkan suatu gagasan yang hebat. Ingatlah bahwa pesaudaraan pemuda akan membentuk suatu gerakan besar yang dapat mengguncangkan dunia. Bersatu itu memang sulit tapi ingatlah perkataan dari Mpu Tantular yang tertuang dalam falsafah bangsa kita 

Rwāneka dhātu winuwus Buddha Wiswa,
Bhinnêki rakwa ring apan kena parwanosen,
Mangka ng Jinatwa kalawan Śiwatatwa tunggal,
Bhinnêka tunggal ika tan hana dharma mangrwa.

Yang berarti :

Konon Buddha dan Siwa merupakan dua zat berbeda.
Mereka memang berbeda, tetapi bagaimanakah bisa dikenali?
Sebab kebenaran Jina (Buddha) dan Siwa adalah tunggal
Terpecah belahlah itu, tetapi satu jugalah itu. Tidak ada kerancuan dalam kebenaran.


Untuk Calon Presidenku yang baru, ingatlah selalu bahwasanya persamaan itu dapat dibentuk dari suatu keikhlasan yang kuat terlepas darimana anda berasal !



Tidak ada komentar:

Posting Komentar