Dulu zaman bahula ada lomba,
Mbien mangan krupuk dadi juara,
Dapurane kere hadiahe yahut,
Suroboyo iki tambah panas tapi ?
Yak apa rek ? memang begitulan kondisi tujuh belas aguatusan tahun ini. Tidak seramai perayaan hari hedon dimana-mana. Saya sedikit bingung apakah sekarang bangsa ini sudah melupakan jasane para pejuang ? sebuah pertanyaan yang harus direnungkan pada jiwa kita. Saya sangat bingung ketika melihat kondisi surabaya dewasa ini, kota yang dielukan kota pahlawan sekarang minim akan rasa nasionalisme. Saya juga sedikit bingung mengapa perayaan tujuh belasan disini tak seramai tahun baru, sangat berbeda 180 derajat. Bahkan di komplek saya ngekos tidak ada umbul-umbul ataupun bendera merah putih disana. Kurang lebih sepi rek koyok biasane !






